Blog Kita dalam Massa

Farabi Ferdiansyah
Pegiat ilmu komunikasi praktis. Tertarik dengan dunia kreatif, sastra, jurnalistik, fotografi dan broadcasting!

Jumat, 27 Agustus 2010

Juara II Foto Islami

Alhamdulillah, berkat Ridho Allah dan Orangtuaku, keberkahan Ahlul Badr dan Malam nuzulul Quran, serta dukungan dan bimbingan teman-teman seperjuangan...
Akhirnya..... dapat menjuarai Lomba Foto dengan tema: Dengan Islam Raih Kesuksesanmu... diselenggarakan oleh UKM Islam Hudzaifah, Universitas Trisakti...
Terima kasih s...emuanya... :)

Senin, 26 Juli 2010

Nisfu Sya'ban, Dari Sang Pendosa

Malam Nisfu Sya’ban....
Adalah merupakan malam mustajab, diantara malam-malam lainnya, kecuali malam lailatul qadar (paling mustajab). Malam ini juga disebut malam 15, pada bulan Sya’ban. Pada malam ini kita dipermudahkan oleh Allah untuk mengungkapkan kegundahan kita, kegelisahan kita, pengakuan dosa kita dan harapan kita. Allah menjamin doa-doa kita tersebut akan dikabulkan, jangan beranggapan Allah berdusta, apabila hajat belum dikabul, maka Allah akan memberikan kita hajar yang terbaik untuk kita, tanpa kita sadari.
Lebih dari 136 hadits yang meriwayatkan kemustajaban malam Nisfu Sya’ban. Pada malam ini –dari terbenamnya matahari, sampai munculnya matahari-- Allah akan mengabulkan hajat kita, dan memaafkan dosa keturunan Adam, kecuali orang-orang yang menyembah selain Allah dan yang sengaja memutuskan tali silaturahmi.
Sangat disayangkan, apabila malam ini kita tidak mengadahkan kedua tangan kita kepadanya. Rasanya sombong sekali, apabila kita enggan untuk mengharap keridhoan dari-Nya. Bahkan Mahatma Gandhi pernah berkata, “aku akan gila, apabila tanpa doa!”
Wahai Rabb... Maafkanlah dosa hambamu ini, dosa orangtua hamba, berikanlah kami panjang umur dalam keadaan taat, dan tetapkanlah keimanan kami terhadap ketuhanan tunggalmu!
Wahai Rabb... Maafkanlah kekhilafan diantara kami, jalinlah silaturahmu kami dengan baik dan bersihkan hati kami dalam menyambut bulan Ramadhan.
Kawan, tegur aku bila aku salah...
Rangkul diriku, apabila aku lemah...
Bangunkan aku, apabila aku terjatuh...
Dan, sadarkan aku, apabila aku khilaf...

Mohon Maaf Lahir dan Batin...
Sucikan hati, bersihkan diri menyambut bulan mulia, bulan RAMADHAN!
Marhaban ya Ramadhan!!! FF


NB: Maaf nyampah, inilah ungkapan hati kecilku, sangat sombong bagiku, apabila diri ini tidak mengibarkan bendera maaf dan menyampaikan pesan Illahi. Sangatlah pelit, apabila ada orang yang mengetahui suatu ilmu yang sangat bermanfaat bagi umat, namun tidak disampaikan.
Silakan meremove, apabila tidak berkenan... terima kasih! FF

Jumat, 28 Mei 2010

Wejangan dari Suhu

Dibilang dosen, secara akademisi bukan. Tapi menurutku, dia adalah dosen, bahkan, kualitasnya melebihi dari dosen.
Dibilang seorang kyai juga bukan, tapi terkadang dia memberikan pencerahan terhadap jiwa spiritualku.
Maka aku menamaknnya SUHU, mungkin ia seperti suhu panas, yaitu suhu yang mampu membakar semangatku. Ya, mungkin nama itu cocok untuknya.

Pertama, mengenai doa, dia memberikanku contoh doanya kepada Tuhan. Ya, benar katanya, bahwa kita tidak boleh sombong, dengan sekali berdoa --doa sapu jagat-- kita sudah merasa berdoa. Tidak seperti itu, karena kebaikan-Nya sangat luas, maka dia menganjurkanku untuk beroda yang spesifik. Berdoa yang langsung mengenai tepat sasaran. Dan percayalah kita pasti mampu menggapainya.

Kedua, Fokus pada satu titik. Ya, kusadari aku adalah orang yang menyukai banyak hal dan keinginanku serta naluri bereksperimenku sangat besar. Aku mencari lubang, dimana setiap tanah itu berlubang aku masuki, dan itulah yang membuat pikiranku bercabang. "Injaklah kakimu pada batas yang pasti, jangan di tengah-tengah, jangan mengambang, karena hanya akan menghasilkan NOL BESAR. Seperti halnya membeli baju, kamu tertarik dengan semua baju, tapi kamu dibatasi oleh uang yang kamu miliki, maka pilihlah baju yang sangat kau inginkan, dan jalin komunikasi dengan teman lain, agar suatu saat, kamu dapat bertukar ataupun meminjam baju darinya," matanya tajam melihatku.

Ketiga, konsisten. Konsisten adalah bentuk nyata kita dalam suatu minat/keinginan. "Aturlah ritme mu dengan teratur dan periodik, dan tunjukanlah konsistensimu...."

Ya, itulah wejangan-wejangan yang diberikan kepadaku, untuk kemajuan hidupku, dan masa depanku. Terima kasih SUHU!