Blog Kita dalam Massa

Farabi Ferdiansyah
Pegiat ilmu komunikasi praktis. Tertarik dengan dunia kreatif, sastra, jurnalistik, fotografi dan broadcasting!

Minggu, 02 September 2012

Asia Journalism Fellowship for Asian Countries Students at Nanyang Technological University, Singapore Read more: 2013 Asia Journalism Fellowship for Asian Countries Students at Nanyang Technological University, Singapore : 2012 2013

Research Fellowship in Journalism at Wee Kim Wee School of Communication and Information, Nanyang Technological University, Singapore 2013

Study Subject(s):Journalism
Course Level:Research
Scholarship Provider: Temasek Foundation and Nanyang Technological University in Singapore
Scholarship can be taken at: Singapore

Eligibility:
-Applicants should have at least five years of full-time working experience as journalists (not including as student journalists) and possess potential for leadership and management within the profession or organisation.
-Applicants should be residing in Asia. Preference is given to those working for Asian media organisations.
-Applicants can be working in any medium — print, radio, television or online. Journalists working in non-English media are welcome to apply, but must show proficiency in English through a telephone interview, as English is the working language of the programme.
-Applications from journalists in full-time positions must be accompanied by a letter of support from employers, stating that the applicant would be released for the full period of the fellowship, from 25 February 2013 to 17 May 2013.
-Freelancers are welcome to apply if they are primarily engaged in news or current affairs journalism.

Scholarship Open for International Students: Yes

Scholarship Open for Students of Following Countries: Asian Countries

Scholarship Description: The Wee Kim Wee School of Communication and Information is one of the leading schools of its kind in Asia. It has an enrollment of around 1,000 undergraduate and postgraduate students in fields such as journalism, public relations and knowledge management. Its more than 40 full-time faculty are engaged in diverse research, ranging from media law and censorship, public opinion and health communication, to video game culture and Asian film.

What it Covers: Fellows will be provided a stipend of S$1,500 per month for the duration of the three month programme. Travel to and from Singapore will also be covered. No extra funding is allocated for Fellows who bring their spouse and children.
Accommodation Free accommodation is provided in service apartments. Two or three Fellows share one apartment, which has a kitchen for you to cook meals. The complex has leisure facilities such as a swimming pool and tennis courts.

How to Apply: Post

Scholarship Application Deadline: 12 October 2012

More info: Fellowship Journalism
http://scholarship-positions.com/2013-asia-journalism-fellowship-for-asian-countries-students-at-nanyang-technological-university-singapore/2012/08/25/

Jumat, 31 Agustus 2012

Apresiasi Kota Seni Fisip UI

Di bawah ini adalah karya-karya sastra yang lolos seleksi dan dipamerkan dalam perhelatan Kota Seni Fisip UI, Kampus UI Depok, yang memamerkan Foto, Video, Mural, Foto, Sasta, Ilustrasi, Lukis:



sastra: KARYA SASTRA LOLOS SELEKSI

1. Awal seorang penyair- alfi Syahriani

2. Soulchip (cerpen)- gilang satria perdana

3. Rasa sopir angkot (flashfiction)- gilang satria perdana

4. Presiden (cerpen)- alfi syahriani

5. Setahun yang beda- siti zulaikhah

6. Pahlawan penamu lebih tajam dari pedang (essai)-alfi syahriani

7. Hanya karena (prosa)- putri estiani

8. Syrup dan tanteku (cerpen)- siti zulaikhah

9. Catasthrope (cerpen) – alfi syahriani

10. Akulah si tanpa nama(cerpen)- Cecilia gandes

11. Bapakkku sekarang sangat pendiam (cerpen)- Cecilia gandes

12. Mamaku yang bodoh (cerpen) –cecilia gandes

13. Sejuta impian kan ku gapai (cerpen)- gladistia putrid

14. Naïf (puisi)- Dave

15. SMA (puisi) – dave effendi

16. Kaulah seni (puisi) – teguh pribadi

17. Ikrar yang merdeka (puisi)- kristo baskoro

18. Tawa (puisi) – dave effendi

19. Memang salah, salah memang (puisi) patresia putrid

20. Purnama yang tidak lagi sempurna (prosa) – nanda marifani . S

21. Izinkan ku genggam hatimu sahabatku (prosa) – nanda marifani. S

22. Apa siapa (puisi) –rombe nuryanto

23. Berteriak memanggil namamu (sastra profetik) – farabi ferdiansyah

24. Hati (puisi)- farabi ferdiansyah

25. Kutunggu kau di kaki langit (puisi) – farabi ferdiansyah

26. Galau (puisi)- dave effendi

27. Cermin pertiwi (puisi) – nurjanah (anna noor)

28. Semata cahaya 1 (puisi) –nurjannah (anna nor)

29. Matahari (puisi) – sigit jaya herlambang

30. Semata cahaya 2 (puisi) nurjannah (anna nor)

31. Kinanti srikandi (puisi) – rombe nuryanto

32. Derita pahlawan devisa (puisi) – betania gian . R

33. Ibu pertiwi (puisi) – betania gian. R

34. Kepada tuan (puisi) – sri mulyati

35. Ketika langit berapi api (puisi) - hadi kurniawan

36. (jangan) pergi (lah) dariku –(puisi) – hadi kurniawan



Info lebih lanjut : Saras 08151612116
Sumber: Kota Seni Fisip UI

Minggu, 01 Juli 2012

2012 SUSI Begins at Ball State


The 2012 SUSI for Student Leaders on New Media in Journalism at Ball State University began Monday with a Welcome Breakfast attended by the SUSI participants from Indonesia, Malaysia and the Philippines, as well as Ball State faculty.

Roger Lavery, dean of the College of Communication, Information and Media, told the students he was honored they were on campus and hoped they would enjoy their time and studies at Ball State.

Classes and workshops for SUSI are based on a “News” curriculum developed jointly by faculty in the Departments of Journalism and Telecommunications that focuses on multi- platform storytelling and new media.

Students also heard remarks by Charles Payne, BSU assistant provost for diversity, who lectured on cultural differences that participants might encounter while in the United States.

The day also included a visit to the Student Recreation and Wellness Center, a walking tour of campus and a group picture at Beneficence, the bronze statue that has symbolized Ball State since the statue’s completion in 1937.
Source: http://summerpgm2.wordpress.com/2012/06/26/2012-susi-begins-at-ball-state/

Rabu, 09 Mei 2012

Tentang Tuhan Yang Maha Penyemburu

*Sebuah refleksi sastra profetik


Terkadang aku terlalu egois dengan Tuhan. Aku ingin memiliki Tuhan seorang diri, bercengkrama dan intim bersamaNya. Entah mengapa, aku ingin memilikinya seorang diri. Aku takut ada orang lain yang mengambil Tuhanku, dan mendapatkan dekapan hangat cintaNya.

Kuakui dialah Sang Pemilik Alam. Dia untuk seluruh makluk hidup, karena cintaNya mampu menghidupkan seisi bumi ini. Akh, terlalu naif dan egois sekali atas diriku jika selalu ingin intim denganNya. Padahal dengan saling berbagi dan berjalan bersama untuk meraih lamaran cintaNya itu merupakan hal yang sangat indah.

Ya, akupun frustasi dengan keegoisanku ini, frustasi untuk menjaga kemurnian cintaku kepadaNya. Sebagai makluk yang durjana ini, acapkali menyepelekan panggilan sayang dariNya. Selalu mengendap menjauh dan mendekati sesuatu yang membuatnya murka. Hufh, bar-barnya aku.

Betapa IndahNya Dia. Bukannya memutuskan cintaku dan menghujam diriku, membisikkan surga untuk menjauhi diriku dan meloby neraka untuk menempatkan diriku. Tapi Dia malah semakin memeluk erat diriku. Disaat aku berusaha menjauh, Dialah yang berusaha meyakiniku untuk tetap disisiNya. Perlahan ku tahu, Dialah Sang Maha Penyemburu.

Rasulullah Saw, Bersabda: “Tiada siapapun yang lebih penyemburu dari Allah, karena itulah Dia (Swt) melarang perbuatan jahat, yang terang terangan atau yang tersembunyi dan tiada siapapun yang lebih suka dipuji, selain Allah, oleh sebab itulah dia (Swt) memuji Dzat-Nya sendiri)” (Shahih Bukhari)

Ya, Dia menciptakan Neraka dan Dosa, merupakan refleksi atas cemburunya Ia kepada mereka yang berusaha menjauh. Dia menciptakan Dosa dan Neraka agar para pencintaNya tidak melakukan itu, walaupun sifatya abstrakis. Tentu karena ia tidak mau menunjukkan betapa cemburunya Dia kepada mahkluknya. Tapi Dia pun juga memberikan tempat yang layak kepada mereka yang tulus mencintainya, yakni Surga. Ya, nampaknya 99 (sembilan puluh sembilan) aji pamungkas namanya tidak akan sanggup melukiskan keindahan diriNya.

Terkadang dosalah yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, Allah sengaja memberikan kita dosa/keterpurukan agar kita kembali dekat denganNya! Janganlah ktia malah semakin menjauh, tapi kembalilah kepada sambutan hangat pelukan CintaNya” #FF #Sufism